Klinik GD
4.9(50+)
“Saya terus dipencet dan dirawat, tapi kenapa muncul lagi?”
Pada masa ketika produksi sebum meningkat, seperti di musim panas
sering dilakukan pembersihan wajah yang kuat, scrub, atau perawatan pencet berulang,
namun justru kulit bisa menjadi lebih sensitif dan kemerahan bertahan lebih lama.
Alih-alih hanya berfokus mengurangi sebum, pentingnya melihat kondisi skin barrier
bersama-sama juga banyak dibicarakan.
Mari cari tahu tentang “hubungan antara jerawat dan skin barrier”.
Apa itu skin barrier
Skin barrier berpusat pada stratum korneum, yaitu lapisan terluar kulit
dan berperan mencegah hilangnya kelembapan serta melindungi kulit dari rangsangan eksternal.
Sederhananya, ini dapat dipahami sebagai lapisan pelindung tipis yang menjaga kulit.
Ketika skin barrier dalam kondisi stabil,
kelembapan di dalam kulit lebih terjaga dan kulit dapat merespons rangsangan luar dengan relatif stabil,
namun jika barrier melemah, kulit mudah menjadi kering
dan reaksi seperti perih, kemerahan, dan rasa panas dapat berulang.
Pada kulit berjerawat, dalam proses berulangnya sebum dan peradangan
keseimbangan skin barrier sering terganggu.
Sering kali ada orang yang mengatakan, “Kulit tampak berminyak, tapi di dalam terasa ketarik dan sensitif.”
Mengapa skin barrier melemah pada kulit berjerawat
Saat berjerawat, banyak orang berpikir bahwa sebum harus segera dihilangkan
sehingga mereka berulang kali melakukan pembersihan wajah yang kuat atau eksfoliasi.
Namun, rangsangan berlebihan dapat memengaruhi skin barrier.
Misalnya, kebiasaan berikut berpotensi melemahkan lapisan pelindung kulit.
Pembersihan kuat yang diulang beberapa kali sehari
Penggunaan scrub berbutir
Pemakaian berulang produk peeling yang mengiritasi
Kebiasaan terus menyentuh dengan tangan
Pencet berulang
Paparan sinar UV dan iritasi akibat keringat di musim panas
Gesekan masker dalam waktu lama
Pencet yang sering memang dapat sementara menghilangkan sebum,
namun jika berulang, dapat meninggalkan iritasi kecil pada skin barrier sehingga kemerahan atau perubahan pigmen bisa berlangsung lebih lama. Ketika skin barrier rusak, kulit juga dapat bereaksi dengan menghasilkan lebih banyak sebum demi melindungi dirinya sendiri.
Hal ini juga sering dijelaskan sebagai salah satu alasan mengapa kondisi yang disebut “kulit berminyak tetapi dehidrasi” terus berulang.
Masalah rangsangan berlebihan
Melalui media sosial atau konten video, berbagai informasi perawatan rumahan mudah ditemukan.
Namun, jika menggunakan banyak produk sekaligus atau mengulang penggunaan bahan dengan konsentrasi tinggi secara berlebihan, iritasi kulit justru dapat menumpuk.
Membersihkan kulit secara berlebihan juga dapat memengaruhi keseimbangan pH kulit.
Kulit cenderung lebih stabil saat mempertahankan lingkungan yang sedikit asam, tetapi jika pembersihan kuat atau berlebihan berulang, kulit bisa menjadi kering dan fungsi barrier dapat melemah.
Ada juga kasus ketika orang dengan kulit berjerawat sama sekali tidak memakai pelembap, padahal untuk pemulihan barrier, perawatan kelembapan yang sesuai jenis kulit juga bisa penting.
Ada pula pelembap yang dipilih untuk mengurangi kekhawatiran menyumbat pori.
Selain itu, bahan seperti ceramide, kolesterol, asam lemak, dan panthenol juga kerap disebut sebagai bahan yang dapat membantu perawatan skin barrier.
Sebaiknya periksa juga produk perawatan rumahan yang sedang digunakan serta kebiasaan sehari-hari, sambil mengurangi faktor iritasi yang tidak perlu.
Cerita tentang kemerahan dan sensitivitas yang berulang
Ada kalanya bekas merah atau rasa panas tetap bertahan lama setelah perawatan jerawat.
Dalam kasus seperti ini, masalahnya tidak hanya jerawat itu sendiri, tetapi juga kondisi kulit yang merespons rangsangan secara sensitif.
Saat skin barrier melemah, bahkan gesekan kecil atau perubahan suhu pun dapat dengan mudah menimbulkan kemerahan, dan ada juga yang merasa proses pemulihan kulit menjadi lebih lambat.
Di musim panas, paparan UV, keringat, dan peningkatan produksi sebum dapat membuat iritasi kulit semakin parah, sehingga alih-alih terus mengulang perawatan yang keras, penting untuk mempertimbangkan kondisi kulit saat ini.
Tergantung kondisi kulit, perawatan menenangkan, regenerasi, dan barrier dapat dipertimbangkan bersama
Dalam perawatan jerawat yang berulang, bukan hanya pencet atau pengelolaan sebum yang dipertimbangkan,
tetapi juga arah penenangan kulit dan pemulihan barrier.
Saat sensitivitas sangat tinggi, perawatan yang bertujuan mengurangi rangsangan mungkin dijelaskan terlebih dahulu,
dan tergantung kondisi, perawatan menenangkan atau regenerasi juga dapat dipertimbangkan.
Tergantung kondisi kulit, LDM atau skin booster juga dapat dilakukan bersamaan
untuk menjelaskan arah perbaikan lingkungan kulit.
Sebagai contoh, LDM dijelaskan sebagai perawatan yang menggunakan energi ultrasonik pada kulit
untuk mendekati stabilisasi lingkungan kulit dan penenangan,
dan skin booster juga dapat dipertimbangkan, tergantung kondisi kulit, dengan tujuan membantu pemulihan barrier dan meningkatkan lingkungan regenerasi.
Namun, karena jenis kulit, tingkat peradangan, dan sensitivitas berbeda pada tiap orang,
metode penerapan dan arah perawatan dapat berbeda sesuai kondisi.
Jerawat sering kali sulit dijelaskan hanya sebagai masalah sebum saja.
Karena sebum, peradangan, skin barrier, dan kebiasaan hidup dapat saling memengaruhi secara kompleks,
proses melihat kondisi kulit saat ini secara menyeluruh bisa menjadi penting.
Jika khawatir dengan jerawat yang berulang dan sensitivitas, alih-alih terus memaksakan rangsangan,
kami menjelaskan pendekatan untuk memeriksa kondisi kulit dan barrier secara bersamaan.
Namun, beberapa perawatan seperti pencet, peeling, dan laser
dapat menimbulkan kemerahan sementara, iritasi, atau reaksi peradangan tergantung kondisi kulit masing-masing,
sehingga penting untuk memutuskan apakah akan dilakukan setelah konsultasi yang memadai.
Klinik kulit
Klinik Reverse Cabang Hongdae
Klinik kulit
Klinik Reverse Cabang Hongdae
Klinik kulit
Klinik GD