Klinik GD
4.9(50+)
"Dokter, sebentar lagi musim panas, kan. Bisa tidak kalau langsung buatkan saya resep untuk satu bulan saja dengan obat yang paling kuat?"
Itulah yang sangat sering kami dengar di ruang konsultasi GD CLINIC akhir-akhir ini.
Karena cuaca tiba-tiba menjadi panas, perasaan gelisah itu memang sangat bisa saya pahami.
Saat lemari pakaian makin tipis tetapi merasa belum siap dan menjadi cemas, siapa pun pasti akan mencari cara yang paling cepat dan paling kuat.
Namun setiap kali itu pula, saya menghentikan tangan yang hendak mengambil resep dan meletakkan pena sejenak.
Lalu saya menatap mata pasien dan bertanya dengan hati-hati.
"Apakah sebelumnya, setelah minum obat, Anda pernah sama sekali tidak bisa tidur malam, atau jantung berdebar sangat kencang sampai aktivitas sehari-hari jadi terasa berat?"

Sebenarnya, obat diet yang disebut sebagai penekan nafsu makan bekerja dengan cara secara artifisial membangkitkan sistem saraf simpatik tubuh kita.
Seolah-olah tubuh sedang berlari sprint di lapangan, lalu tubuh ditipu agar memakai energi dan melupakan rasa lapar.
Akibatnya, mulut bisa menjadi sangat kering, jantung berdebar, dan tangan terasa gemetar.
Ini bisa jadi tanda bahwa obat sedang bekerja, tetapi bagi sebagian orang juga bisa menjadi efek samping yang mengganggu dan merusak keseharian.
Itulah alasan mengapa ada pasien yang berkata, "Setelah minum obat, saya jadi seperti habis minum sepuluh cangkir kopi."

Ada satu hal yang selalu saya katakan kepada mereka yang datang ke GD Clinic kami.
"Obat diet bukanlah pil ajaib, melainkan tongkat yang kokoh untuk membantu Anda menuju kebiasaan sehat."
Karena itu, kami tidak sekadar meresepkan obat untuk menurunkan angka berat badan saja.
Setiap orang memiliki massa otot, kebiasaan makan, dan pola hidup yang berbeda-beda.
Ada yang kesulitan karena sindrom makan larut malam, ada pula yang stres karena rasa lapar palsu.
Karena itu, di GD Clinic kami sangat menekankan 'konsultasi mendalam 1:1'.
Analisis komposisi tubuh yang presisi |
Kami membaca secara akurat kondisi lemak dan otot tubuh Anda saat ini. |
Analisis pola hidup |
Kami mencari tahu bersama, lewat percakapan, mengapa berat badan naik dan dari mana masalahnya bermula. |
Penyesuaian bertahap yang dipersonalisasi |
Kami tidak menggunakan obat kuat yang membebani tubuh sejak awal. Kami memulai dari dosis yang sesuai agar tubuh dapat beradaptasi, lalu menyesuaikannya secara halus sesuai kondisi Anda. |
[Tip 1 Menit dari Kepala GD CLINIC]
Mengapa 'tidur' adalah obat terbaik saat minum obat diet!
Karena kandungan obat, ada pasien yang kadang sulit tidur.
Sebaiknya obat diminum pada pagi hari sebisa mungkin.
Jika tidur nyenyak, metabolisme tubuh kita akan kembali normal sehingga lemak tubuh pun lebih mudah berkurang.
Di malam hari, relakskan tubuh Anda dengan segelas air hangat.
Tentu, sebagai dokter ada bagian yang juga harus saya sampaikan dengan jujur.
Obat diet dapat menimbulkan pusing, sembelit, dan perubahan suasana hati (seperti mudah tersinggung atau perasaan depresi), tergantung pada kondisi tubuh masing-masing.
Terutama jika digunakan berlebihan dalam jangka panjang, dapat timbul ketergantungan sehingga perlu kehati-hatian.
Karena itu, setelah mencapai berat badan target, kami juga memandu dengan sangat detail proses 'tapering', yaitu mengurangi obat secara bertahap.
Ini adalah proses untuk meminimalkan efek rebound (yo-yo) dan membantu tubuh Anda mengatur metabolisme secara mandiri.
Musim panas ini, kami berharap Anda memulainya dengan semangat menjaga tubuh sendiri, bukan dengan terburu-buru.
Kami akan menjadi bukan sekadar tempat yang menuliskan resep obat, melainkan pacer yang sungguh-sungguh mendukung perubahan sehat Anda.
K-Beauty
Foret Seoul
K-Beauty
Foret Seoul
Panduan perjalanan
Foret Seoul