Klinik GD
4.9(50+)
Halo, ini GD Clinic.
“Kalau lembur saja, kulit saya rasanya langsung berantakan.”
“Jelas tidak makan terlalu banyak, tapi rasanya berat badan terus naik.”
“Saat tidak bisa tidur, saya terus ingin makanan manis.”
Saat berkonsultasi dengan para pekerja kantoran, kami sering mendengar cerita seperti ini.
Hal ini mungkin sulit dianggap hanya sebagai masalah kulit semata atau hanya masalah berat badan semata.
Pada kenyataannya, kurang tidur yang berulang dan perubahan pola hidup sering kali memengaruhi kondisi kulit dan perubahan berat badan secara bersamaan.
Dalam kehidupan yang berulang dengan lembur, acara minum bersama rekan kerja, pulang larut, dan pola makan yang tidak teratur seperti pekerja kantoran, ritme tubuh sendiri tidak jarang menjadi terganggu.
Walau tampak seperti sekadar kelelahan, itu bisa menjadi perubahan yang ditunjukkan tubuh.

Mengapa kulit menjadi lebih sensitif setelah kurang tidur
Jika kurang tidur terus berlanjut, fungsi pelindung kulit dapat menjadi lebih sensitif.
Kulit berperan melindungi diri dari rangsangan luar, dan jika istirahat yang cukup tidak didapat, kondisi kulit bisa mudah terganggu.
Pada musim panas, lingkungan ber-AC, sinar UV yang kuat, sensasi panas pada kulit
sering mencuci wajah, dan perawatan menenangkan yang berlebihan dapat berulang bersamaan, sehingga kulit para pekerja kantoran menjadi lebih sensitif.
Dalam praktiknya, tidak sedikit juga kasus di mana sensasi panas pada kulit sangat terasa tetapi terus-menerus menumpuk produk penenang.
Namun yang penting bukan sekadar memakai banyak produk, melainkan proses untuk memeriksa kondisi pelindung kulit saat ini dan pola hidup secara bersamaan.

Mengapa makanan manis jadi lebih diinginkan saat tidak bisa tidur?
“Kalau lembur, saya pasti memesan makanan delivery.”
“Makan berlebihan setelah pulang kerja jadi berulang.”
Ini adalah cerita yang sering muncul dalam konsultasi diet pekerja kantoran.
Dalam kondisi kurang tidur, perubahan pola hidup yang terkait dengan nafsu makan juga dapat muncul bersamaan.
Semakin lelah, asupan makanan manis bisa meningkat, ketergantungan pada kafein bisa bertambah, atau frekuensi makan larut malam juga bisa naik.
Dalam konsultasi diet, sering terlihat pola seperti hampir tidak makan pada hari kerja lalu makan banyak larut malam, makan siang hanya sedikit lalu konsumsi minuman manis meningkat, atau makan berlebihan berulang setelah lembur.
Yang penting adalah memeriksa apakah bukan hanya soal kemauan, melainkan juga apakah ritme hidup itu sendiri sedang berantakan.
Mengapa berat badan turun, tetapi bentuk tubuh tidak berubah
.png?type=w966)
Karena jika diet ekstrem dan kurang tidur berulang bersamaan, penurunan massa otot juga dapat dipertimbangkan.
Jika pola makan tidak teratur dan kurang tidur terus berlanjut, faktor seperti aktivitas menurun, akumulasi kelelahan, dan efisiensi olahraga yang menurun dapat ikut berlanjut.
Dalam proses ini, meski perubahan berat badan terjadi, distribusi lemak tubuh atau perubahan bentuk tubuh bisa terasa berbeda dari harapan.
Karena itu, dalam diet, alih-alih hanya melihat angka berat badan,
■ kondisi tidur saat ini
■ pola hidup
■ aliran makan
■ perubahan massa otot
pendekatan yang memeriksa hal-hal tersebut bersama-sama bisa menjadi penting.
Dalam kehidupan pekerja kantoran, pola seperti ini berulang
Saat menangani kasus kulit dan diet di Gangnam Station, kurang tidur sering kali tidak berhenti sebagai sekadar kelelahan biasa.
✔Pelindung kulit menjadi lebih sensitif
✔Sensasi panas pada kulit menjadi lebih parah
✔Pola nafsu makan menjadi tidak stabil
✔Makan larut malam dan makan berlebihan berulang
sehingga berujung pada kesulitan dalam mengelola berat badan.
Pada musim panas, suhu tinggi dan lingkungan ber-AC berulang bersamaan,
dan tidak sedikit kasus di mana rasa kering pada kulit dan peningkatan minyak muncul bersamaan.
Walau dari luar tampak seperti sekadar kebiasaan hidup,
itu bisa menjadi perubahan yang muncul terhubung dengan kondisi tubuh secara keseluruhan.

Yang penting bukan sekadar bahwa Anda “harus tidur lebih banyak”.
Ini bisa menjadi proses untuk memeriksa pola hidup apa yang sedang berulang saat ini, dan perubahan apa yang muncul bersama setelah kurang tidur.
Untuk kulit juga, alih-alih hanya melihat masalah minyak semata, mungkin diperlukan pendekatan yang mempertimbangkan pelindung kulit, sensasi panas, ritme hidup, dan faktor iritasi secara bersamaan.
Pengelolaan berat badan juga bukan hanya sekadar mengurangi jumlah makan,
melainkan proses memeriksa tidur dan pola hidup secara bersamaan yang bisa menjadi penting.
Karena pendekatan dapat berbeda tergantung pada kebiasaan hidup dan kondisi kesehatan masing-masing individu, rencana yang sesuai dengan kondisi saat ini dapat lebih baik ditentukan setelah berkonsultasi dengan tenaga medis.
K-Beauty
Foret Seoul
K-Beauty
Foret Seoul
Panduan perjalanan
Foret Seoul